Duka di Sendalem: Pria Asal Mataram Tenggelam Saat Berwisata!
Kabar duka datang dari Air Terjun Sendalem, salah satu destinasi wisata alam yang populer di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Seorang pria yang diketahui berasal dari Mataram, dilaporkan tenggelam saat tengah menikmati keindahan air terjun tersebut pada Selasa siang.
Kronologi Kejadian Nahas:
Menurut keterangan saksi mata yang merupakan rekan korban, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Korban, yang diketahui bernama Rian (28 tahun), datang ke Air Terjun Sendalem bersama rombongan temannya dari Mataram untuk berlibur. Saat tiba di lokasi air terjun yang memiliki kedung (kolam alami) di bawahnya, korban bersama beberapa temannya memutuskan untuk berenang.
Diduga Terpeleset dan Tenggelam di Kedung Dalam:
Saat berenang di kedung yang dikenal cukup dalam, Rian diduga terpeleset atau kelelahan. Beberapa saksi melihat korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya menghilang di dalam air. Rekan-rekan korban berusaha memberikan pertolongan, namun kedalaman air dan panik membuat upaya mereka sia-sia.
Pencarian Tim SAR dan Penemuan Jasad Korban:
Mendapati kejadian tersebut, rekan-rekan korban segera meminta bantuan warga setempat dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas NTB, BPBD Lombok Timur, TNI-Polri, dan relawan segera bergerak menuju lokasi Air Terjun Sendalem untuk melakukan operasi pencarian.
Setelah beberapa jam melakukan penyelaman dan penyisiran di sekitar kedung, jasad Rian akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.30 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar kedung yang memiliki kedalaman beberapa meter. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Imbauan Keselamatan di Destinasi Wisata Air:
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di destinasi wisata air, terutama di area yang memiliki kedalaman dan potensi bahaya tersembunyi. Pihak pengelola wisata dan aparat setempat diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi mengenai potensi risiko dan memasang rambu-rambu peringatan yang jelas di area berbahaya. Para wisatawan juga diimbau untuk selalu berhati-hati, tidak berenang di area yang tidak dikenal, dan selalu mengawasi satu sama lain.
