Pontianak Berduka: Remaja Tewas Dikeroyok Massa Usai Diduga Mencuri Mesin Molen
Sebuah insiden tragis terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, di mana seorang remaja tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah warga akibat diduga melakukan pencurian mesin molen. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari, 10 Mei 2025, ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan menjadi sorotan tajam terkait tindakan main hakim sendiri. Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus remaja tewas ini.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa korban yang diketahui berinisial AL (16 tahun) diduga melakukan pencurian mesin molen di sebuah proyek pembangunan di kawasan Pontianak Selatan. Aksi remaja ini dipergoki oleh sejumlah pekerja proyek dan warga sekitar yang kemudian mengejar dan menangkap korban. Massa yang geram kemudian melakukan pengeroyokan terhadap remaja tersebut hingga mengalami luka parah.
Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian, nyawa remaja tewas tersebut tidak dapat diselamatkan. Pihak kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak Kota segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi terkait insiden pengeroyokan yang menyebabkan remaja tewas ini.
Kepala Polresta Pontianak Kota, Kombes Pol. Andi Hermawan, S.I.K., M.H., saat memberikan keterangan pers pada Minggu, 11 Mei 2025, membenarkan adanya insiden pengeroyokan yang menyebabkan seorang remaja tewas. Beliau sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga, meskipun memahami kekesalan mereka terhadap tindak pencurian.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan oleh hukum. Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus remaja ini, baik terkait dugaan pencurian maupun pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kombes Pol. Andi Hermawan. Beliau juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan kekerasan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kriminalitas kepada pihak kepolisian.
Pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian yang dilakukan oleh remaja tewas tersebut. Sementara itu, fokus utama saat ini adalah mengungkap para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang remaja. Kombes Pol. Andi Hermawan menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terbukti terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan remaja tewas ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Insiden ini menjadi pelajaran pahit tentang bahaya main hakim sendiri dan pentingnya menghormati proses hukum.
