Sosok Slamet, Muslim yang 30 Tahun Setia Menjaga Kelenteng di Tengah Laut Kalbar
Di tengah dinamika informasi yang cepat, hadir sebuah kisah inspiratif mengenai toleransi beragama yang menjadi sorotan dalam berita Kalbar terbaru, yakni sosok Slamet, seorang Muslim yang telah mendedikasikan tiga dekade hidupnya untuk menjaga Kelenteng Xiao Yi Shen Tang. Kelenteng ini bukan sekadar bangunan biasa, melainkan rumah ibadah unik yang berdiri kokoh di atas tiang-tiang kayu di tengah laut, tepatnya di perairan Muara Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Selama lebih dari 30 tahun, Slamet dengan setia merawat, membersihkan, dan memastikan keamanan kelenteng yang menjadi simbol harmoni antara etnis Tionghoa dan masyarakat Melayu di pesisir tersebut. Keberadaan Slamet di sana membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menjaga dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta warisan budaya bangsa.
Kisah Slamet ini kembali mencuat pada Rabu, 11 Februari 2026, bertepatan dengan persiapan perayaan budaya lokal yang menarik perhatian banyak wisatawan. Sehari-harinya, Slamet mengandalkan perahu sampan untuk mencapai kelenteng yang berjarak sekitar beberapa mil laut dari daratan. Tugasnya tidaklah ringan; ia harus berhadapan dengan cuaca yang tidak menentu, teriknya matahari, hingga ancaman abrasi laut yang bisa sewaktu-waktu merusak struktur kayu kelenteng. Meski demikian, pria paruh baya ini tetap menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan. Konsistensi Slamet dalam merawat rumah ibadah umat lain tanpa kehilangan identitas keislamannya telah menjadikan dirinya tokoh ikonik yang sering dikutip dalam berbagai berita Kalbar terbaru sebagai teladan kerukunan umat beragama di Indonesia.
Untuk memastikan keamanan di kawasan wisata religi yang unik ini, aparat dari jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kubu Raya secara rutin melakukan patroli di sekitar perairan Muara Kakap. Pada Rabu siang ini, petugas kepolisian terlihat merapat di dermaga kelenteng untuk melakukan patroli dialogis sekaligus bertegur sapa dengan Slamet. Petugas kepolisian memastikan bahwa seluruh fasilitas keselamatan, seperti pelampung dan kelayakan dermaga kayu, tetap dalam kondisi baik guna menyambut pengunjung yang diperkirakan akan membeludak di akhir pekan. Sinergi antara masyarakat sipil seperti Slamet dengan pihak berwenang menciptakan suasana yang sangat kondusif bagi pengembangan pariwisata di Kalimantan Barat.
