Viral! Kelenteng Timbul di Tengah Laut Kubu Raya Jadi Magnet Wisatawan Jelang Imlek
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada bulan ini, perhatian publik tertuju pada sebuah fenomena arsitektur spiritual yang menakjubkan di Kalimantan Barat, yakni Kelenteng Xiao Yi Shen Tang yang tampak seolah terapung di perairan Laut Kubu Raya. Destinasi unik ini mendadak viral di media sosial setelah beberapa pelancong mengunggah keindahan bangunan dengan ornamen merah menyala yang berdiri kokoh di tengah hamparan air biru. Keberadaan kelenteng ini menjadi simbol keharmonisan budaya sekaligus bukti ketahanan struktur bangunan terhadap tantangan alam pesisir, menjadikannya magnet bagi ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan sensasi beribadah sekaligus berwisata di lokasi yang tidak biasa.
Berdasarkan data pantauan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kubu Raya pada kunjungan lapangan hari Rabu, 11 Februari 2026, terjadi lonjakan kunjungan hingga 300 persen dibandingkan hari biasa. Kelenteng ini terletak cukup jauh dari garis pantai utama, sehingga pengunjung harus menyewa perahu motor milik nelayan setempat untuk mencapainya. Keindahan arsitektur yang dikelilingi oleh Laut Kubu Raya memberikan pengalaman visual yang dramatis, terutama saat air laut sedang pasang, di mana seluruh daratan penopang tenggelam dan hanya menyisakan bangunan kelenteng yang terlihat seperti istana di atas air. Hal ini menciptakan nilai estetika yang tinggi bagi para penghobi fotografi dan pengguna media sosial yang mencari konten unik.
Guna menjamin keamanan dan kenyamanan para wisatawan selama masa sibuk jelang Imlek, pihak Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) telah meningkatkan intensitas patroli di sekitar area perairan tersebut. Pada Kamis pagi, 12 Februari 2026, Kasat Polairud Polres Kubu Raya, Iptu Muhammad Rizal, memimpin langsung pengecekan kelayakan sarana transportasi air yang digunakan oleh masyarakat. Pihak kepolisian mewajibkan setiap pengelola kapal wisata untuk menyediakan jaket pelampung (life jacket) bagi seluruh penumpang mengingat kondisi arus di Laut Kubu Raya yang bisa berubah sewaktu-waktu. Langkah preventif ini dilakukan demi menjaga reputasi kawasan wisata ini sebagai destinasi yang aman, tertib, dan terkendali.
Pihak pengelola kelenteng juga telah menyiapkan berbagai persiapan khusus menyambut malam pergantian tahun, termasuk pemasangan ribuan lampion yang akan menyala di malam hari, memberikan pantulan cahaya yang indah di permukaan air. Tokoh masyarakat setempat menyatakan bahwa kelenteng ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Buddha dan Konghucu, tetapi juga sebagai simbol toleransi antar-etnis yang sangat kuat di Kalimantan Barat.
