Penyelundupan Barang Bekas di Perbatasan Kalbar Meningkat
Wilayah perbatasan memang selalu punya cerita unik, tapi kali ini beritanya soal aktivitas ilegal yang lagi naik daun menjelang musim mudik. Berita mengenai Penyelundupan Barang bekas atau yang sering disebut lelong di perbatasan Kalimantan Barat terpantau makin meningkat drastis belakangan ini. Lewat jalur-jalur tikus di tengah hutan, berbagai macam pakaian, sepatu, sampai tas bekas dari luar negeri dimasukkan secara sembunyi-sembunyi buat dijual kembali di pasar lokal. Meskipun harganya sangat murah dan mereknya terkenal, barang-barang ini sebenarnya dilarang masuk karena bisa bawa penyakit dan merusak industri tekstil di dalam negeri.
Meningkatnya permintaan masyarakat buat tampil keren di hari raya jadi alasan utama kenapa bisnis ilegal ini makin subur. Akibat dari Penyelundupan Barang bekas yang masif ini, banyak pedagang baju baru yang bayar pajak jadi mengeluh karena barang mereka kalah saing secara harga. Para penyelundup ini pintar banget cari celah pas petugas lagi sibuk atur arus lalu lintas orang di pos lintas batas negara (PLBN). Mereka merasa untung gede karena nggak perlu bayar cukai atau pajak impor, sementara barangnya laku keras di pasar-pasar kaget yang ramai pengunjung pas malam hari.
Dampak dari banjirnya barang bekas ilegal ini bikin usaha kecil menengah di Kalbar jadi lesu karena konsumen lebih milih barang luar negeri meskipun statusnya bekas. Masalah Penyelundupan Barang ini juga bikin reputasi pengawasan di daerah perbatasan jadi dipertanyakan keberhasilannya. Selain merugikan ekonomi negara, barang-barang bekas ini juga nggak terjamin kebersihannya, jadi ada risiko kesehatan buat siapa saja yang memakainya. Kita harusnya bangga pakai produk buatan sendiri, bukan malah bangga pakai barang buangan dari negara lain cuma demi gaya-gayaan yang sifatnya sementara.
Petugas Bea Cukai dan kepolisian sebenarnya sudah sering lakukan penggerebekan dan sita ribuan bal pakaian bekas di gudang-gudang rahasia. Tapi karena keuntungan dari Penyelundupan Barang ini sangat menggiurkan, para pelakunya kayak nggak kapok-kapok dan selalu cari jalan baru buat kirim barang. Perlu ada pengawasan yang lebih ketat lagi, nggak cuma di jalan utama tapi juga di jalur-jalur tradisional yang selama ini luput dari pantauan kamera. Selain itu, masyarakat juga harus dikasih pengertian kalau beli barang selundupan itu sama saja dengan mematikan rezeki pengusaha kecil di negeri sendiri.
